./[;,,fjmm,,v

Selamat datang Boss ku ^^
Untitled-2

Wednesday, March 6, 2019

Apa Jenis Musik Cocok Digunakan Sebagai Pengantar Tidur?




                                      POKER
   Ada banyak cara yang bisa dilakukan ketika susah tidur. Entah dengan mematikan lampu kamar, memasang aromaterapi, hingga mendengarkan musik pengantar tidur. Untuk yang terakhir ini, kamu mungkin masih bingung saat memilih lagu, apakah benar harus lagu galau alias mellow atau boleh lagu rock, yang penting lagu favorit? Ternyata manfaat musik dalam mengatasi gangguan tidur sudah dirasakan banyak orang. Kamu mungkin juga sudah membuktikan sendiri bahwa mendengarkan musik pengantar tidur bisa membantu meningkatkan kualitas tidur tiap malam. Namun, kita sering kali masih bingung saat menentukan genre musik mana yang cocok. Sebetulnya, adakah musik pengantar tidur yang ideal dan ampuh bikin tidur jadi lebih nyenyak? Apa benar lagu-lagu yang lembut adalah musik pengantar tidur yang paling baik? Seorang peneliti asal Jerman, Laszlo Harmat, mengungkapkan bahwa musik yang paling banyak direkomendasikan sebagai pengantar tidur adalah musik klasik. Hal ini diperkuat oleh sebuah studi dalam Journal of Advanced Nursing tahun 2008, bahwa musik klasik terbukti efektif dalam mengurangi masalah tidur. Ini karena musik klasik memiliki nada yang rendah dan irama lambat, sekitar 60 beat per menit. Irama lambat inilah yang dapat membantu menurunkan denyut jantung menjadi lebih rileks menuju tidur.


                                       CAPSA
   Selain itu, lagu dengan nada yang rendah dan bunyi perkusi yang sedikit pada musik klasik bisa bikin kita lebih cepat mengantuk. Rasa cemas, tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan jadi melambat sehingga tubuh jadi lebih rileks. Namun, bagaimana kalau tidak suka dengan musik klasik? Tenang, musik jazz bisa menjadi alternatif musik pengantar tidur yang baik juga. Saat mendengar alunan musik jazz, kita akan dibawa untuk mengingat kenangan-kenangan yang menyenangkan sekaligus menenangkan. Tidur pun jadi lebih cepat setelahnya. Meski lagu dengan irama lambat menjadi pilihan musik pengantar tidur yang paling baik, setiap orang tetap saja memiliki selera musik yang berbeda-beda. Ada orang yang tidak suka musik klasik, tapi justru bisa cepat tidur setelah mendengar musik favoritnya, sekalipun itu musik pop atau rock. Namun memang, musik dengan irama yang cepat dapat meningkatkan denyut jantung dan bisa bikin kita lebih lama untuk terlelap. Nah jika kamu bingung menentukan musik pengantar tidur yang terbaik, coba saja dengarkan beberapa genre musik sebelum tidur. Lihat dan buktikan sendiri mana yang paling ampuh membuat cepat terlelap tidur setiap malam.

 

Tuesday, March 5, 2019

Ulasan Unik Tentang Kidal



 legendaqq.net

Karinfelicnews,- Ada yang tau ga persamaan dari Paul McCartney, Angelina Jolie, dan Presiden AS Obama ?Jawabannya, mereka semua kidal.

Kidal adalah suatu kebiasaan kita yang selalu (lebih sering) menggunakan tangan kiri untuk melakukan pekerjaan, kaya nulis, makan, atau pegang sesuatu. Menurut The Left Handers Club, sebuah organisasi orang-orang kidal tak pernah menganggap bahwa kidal itu adalah sebuah kelainan, tapi sebaliknya, mereka berkata bila kidal itu adalah keren!.

Nah berikut beberapa hal mengenai kidal:


 legendaqq.net

Sampai saat ini, nggak ada satupun dokter atau ilmuwan yang tau pasti apa penyebab kidal. Ada beberapa teori yang mencetuskan alasan kenapa seseorang bisa kidal, tapi kebenarannya belum teruji secara pasti.

Menurut Fabiola Priscilla Setiawan, M.Psi., psikolog anak dan remaja, kidal terjadi bila otak kanan seseorang lebih dominan dibanding otak kirinya.

“Otak kanan itu mengatur bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan otak kiri mengatur tubuh sebelah kanan. Orang yang lebih nyaman menggunakan tubuh sebelah kiri, termasuk tangan kiri, berarti otak kanannya yang lebih dominan,” Mbak Febi (ini panggilan akrabnya) menjelaskan.

Apa penyebabnya? Bisa jadi karena faktor lingkungan, kalau seorang anak memang dibiasakan pakai tangan kiri dari kecil, atau bisa juga karena faktor genetis. “Kalau di satu keluarga ada yang kidal, kemungkinan ada anggota keluarga lain yang akan kidal juga. Misalnya anaknya, atau keponakannya,” ujar psikolog yang juga kidal ini.

Ibu yang melewati proses melahirkan yang sulit, dan yang terlalu sering melakukan USG saat sedang hamil, juga disebut-sebut sebagai hal yang menyebabkan kidal. Persalinan yang sulit menyebabkan bayi kekurangan oksigen di otak. “Terlalu sering USG juga dicurigai bisa menimbulkan perubahan di otak janin. Akibatnya, bayi yang dilahirkan jadi kidal,” bilang Mbak Febi.



Gara-gara didominasi otak kanan, orang kidal jadi jauh lebih kreatif dibanding orang-orang yang biasa menggunakan tangan kanan.

Otak kiri fungsinya mengatur hal-hal yang berhubungan dengan logika, sedangkan otak kanan mengatur hal-hal yang abstrak kayak seni, bahasa, musik, dan emosi.
“Itulah sebabnya, orang-orang yang kidal biasanya jago gambar.

Jadi, nggak heran kalau banyak musisi, pelukis, aktor, dan seniman yang bertangan kidal,” kata psikolog yang berpraktek di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.


Akibat otak kanan lebih dominan, anak-anak yang kidal juga biasanya punya daya khayal dan imajinasi yang tinggi, yang bikin mereka jadi lebih kreatif dibanding anak-anak bertangan kanan.
Itu kelebihannya. Nah kalau kekurangannya?

“Anak yang kidal biasanya lebih sensitif. Mereka juga cenderung nggak pede, apalagi kalo lingkungannya nggak menerima dia sebagai orang kidal. Penelitian menunjukkan kalo kompetensi orang yang kidal dan orang yang “normal” itu sebenarnya sama kok,” Mbak Febi menegaskan.


 legendaqq.net

Penting nih! Kalau kamu kidal, jangan sekali-kali berusaha untuk berubah jadi right-hander alias pengguna tangan kanan. Termasuk kalau disuruh oleh orang tua atau guru. 

Bila dipaksakan, efeknya justru bakal nggak bagus buat kamu, baik secara psikologis maupun secara prestasi. Mbak Febi ngasih contoh lewat pengalaman pribadinya, “Waktu SD prestasi saya bagus, selalu masuk rangking. 

Tapi begitu duduk di kelas empat, saya nggak diijinkan masuk kelas kalo saya nggak belajar pake tangan kanan, termasuk nulis pake tangan kanan. Itu sulit banget buat saya. Nulis jadi lambat, mikir juga jadi nggak konsen. Apalagi kalo guru lagi mendikte catatan atau ngasih soal mencongak. Sejak itu, prestasi saya langsung drop,” bilang Mbak Febi.

Si kidal yang maksain berubah jadi “normal” juga biasanya jadi lebih gampang cemas, tidur terganggu, nggak percaya diri, bahkan bisa jadi gagap. Hah?! Gagap?

“Iya, ini biasanya terjadi pada anak yang sering diingatkan dengan cara yang keras, misalnya dibentak, untuk pake tangan kanan. Akibatnya dia jadi waswas, mau melakukan apapun jadi serba takut,” Mbak Febi menjelaskan.


Kasus ini juga dialami oleh Raja Inggris King George VI yang jadi gagap dan dyslexia akibat dipaksa menggunakan tangan kanan, padahal dia aslinya adalah seorang kidal.

 legendaqq.net

“Tangan kanan dan tangan kiri kan dua-duanya ciptaan Tuhan. Nggak ada yang baik atau buruk. Yang penting, untuk hal-hal normatif kayak salaman, tetap dibiasakan pake tangan kanan. 

Tapi kalo untuk nulis atau ngelempar bola, ya silakan aja pake tangan mana yang menurut kamu paling nyaman. Inget deh, Tuhan itu nyiptain semua orang dengan kelebihan dan kekurangan. Dan, kidal itu bukan kekurangan!” tutup Mbak Febi.

Waktu Olahraga Bisa Pengaruhi Pola Tidur, Percaya?





                                                  POKER
  Ada banyak alasan kamu memilih jam olahraga, satu di antaranya adalah waktu luang. Namun, pernahkah terpikirkan kalau waktu olahraga yang kamu pilih berpengaruh pada pola tidur? Sebuah hasil studi membuktikan adanya kaitan nyata antara dua hal itu, demikian diberitakan Runner's World. Para peneliti di Arizona State University merekrut sekitar 100 orang. Mereka dikumpulkan untuk mengetahui apakah berolahraga pada waktu yang berbeda memengaruhi ritme sirkadian.


  Ritme sirkadian adalah siklus tidur-bangun tubuh. Ritme yang baik akan memberi manfaat pada hari berikutnya. Responden yang dipilih adalah laki-laki dan perempuan berusia 18-75 tahun, serta dianggap sehat. Hasilnya, peneliti menemukan, olahraga pada pukul 7.00 atau antara 13.00-16.00, membuat ritme sirkadian responden maju. Sehingga, mereka yang mengalami kondisi itu dapat memulai kegiatan lebih awal pada hari berikutnya. Artinya, mereka merasa lebih segar dan siap untuk berolahraga lebih cepat setelah bangun tidur. Sebaliknya, berolahraga di malam hari antara jam 19.00-22.00 justru menunda jam tubuh. Artinya, mereka memiliki waktu yang lebih sulit untuk mencapai "mode" performa puncak, hingga keesokan hari.


                                                 CAPSA
  Oleh karena itu, mereka yang berolahraga malam merasa tidurnya kurang nyenyak saat bangun pagi, dan baru pada sore atau malam hari mereka merasa memiliki energi lebih. Menurut co-writer studi Shawn Youngstedt, temuan ini mungkin sangat penting bagi mereka yang memiliki gangguan pada ritme sirkadian. Bahkan, temuan ini berguna bagi mereka yang "social jet lag", orang yang tidur terlalu larut di akhir pekan, karena aktivitas di malam sebelumnya. Kalau kamu termasuk orang yang menyukai tidur akhir pekan, tetapi memiliki masalah untuk bangun pagi di hari berikutnya, maka bisa menggunakan pola ini. Kamu bisa memilih olahraga antara pukul 13.00-16.00 demi mengatur ritme sirkadian lebih awal pada hari berikutnya. Kendati demikian, meskipun slot waktu pagi atau sore itu bisa membantu ritme sirkadian normal, olahraga malam juga bisa berguna bagi mereka yang mencoba menyesuaikan diri dengan pekerjaan malam hari.

Youngstedt mencontohkan, seorang perawat yang mulai bekerja saat shift malam mungkin ingin beralih ke olahraga saat malam hari untuk mengatur ulang jam tubuh karena jam kerja yang berbeda. Namun, Youngstetd mengaku tidak mengetahui pasti alasan di balik efek olahraga pada ritme sirkadian. Namun, katanya, ada dua senyawa dalam tubuh—hormon serotonin dan neurotransmitter dan neuropeptida Y—yang mungkin berperan. Berolahraga cenderung mengatur pelepasan hormon tersebut, sehingga membantu ritme sirkadian berfungsi dengan baik .

 

Monday, March 4, 2019

Ganti Nama Biar Hidup Lebih Bahagia





                                                        POKER
Tak sedikit selebriti yang mengganti nama lahirnya menjadi "nama panggung" agar kariernya lebih bersinar atau hidupnya lebih bahagia. Penyanyi Sarwendah termasuk yang memutuskan untuk mengganti namanya dari nama aslinya Wenda Tan. Istri dari presenter Ruben Onsu ini memutuskan hanya memakai nama yang terdiri dari satu kata demi kesehatannya. "Sebulan masuk rumah sakit sampai dua kali. Ke mana-mana pakai kursi roda. Pergantian nama ini biar sehat terus, Amin," kata Ruben ketika mengumumkan nama baru istrinya. Aktris cantik Sophia Inggriani Latjuba juga memilih nama barunya, Sophia Mueller untuk menghormati nenek moyang ibunya. Di Hollywood, fenomena mengganti nama juga hal biasa. Model Gigi Hadid misalnya. Tak banyak yang tahu nama aslinya adalah Jelena Hadid. "Ibuku dipanggil Gigi ketika ia kecil. Ketika masuk sekolah, ada anak lain di kelas yang juga bernama Helena dan guru ku bingung. Akhirnya ibuku meminta guru memanggilku dengan nama Gigi," katanya. Alasan lain yang sering menjadi alasan orang untuk mengganti nama adalah demi kesehatan. Anak yang sering sakit-sakitan biasanya akan menjadi lebih sehat setelah namanya diganti.

Nasib berubah
                                                         CAPSA
Entah kebetulan atau tidak, tetapi nama baru para selebriti itu memang lebih membawa keberuntungan. Dijelaskan oleh ahli penyempurnaan nama, Ni Kadek Kristy Hellen Winatasari, S.Psi, M.Ed, nama memang mengandung kekuatan spiritual yang berkaitan erat dengan nasib seseorang. "Huruf-huruf yang membentuk sebuah nama, secara metafisik memiliki getarannya sendiri," kata wanita yang dipanggil Hellen ini. Jika ada kekurangan atau kelebihan huruf, yang terjadi adalah nama yang tidak harmonis bagi pemiliknya, ini akan berpengaruh pada emosi, relasi, keharmonisan, kesehatan, dan keuangan si pemilik nama.

Dalam tradisi Jawa kuno ada istilah “kabotan jeneng” atau keberatan nama. Selain itu ada juga istilah ‘tidak cocok nama’. "Sebagai contoh, Presiden Joko Widodo (dulu Mulyono) dan Soekarno (dulu Kusno). Masa kecil Mulyono dan Kusno sakit-sakitan kemudian berganti nama," kata Hellen. Ia menambahkan, dengan memperbaiki struktur nama panggilan saja, sudah akan sangat banyak membantu. "Ini akan memperbaiki vibrasi pemilik dan mulai menarik energi positif yang akan menunjang kesehatan," imbuhnya. Jika semua nama yang diyakini sudah harmonis dengan pemilik, maka segala hal termasuk rezeki dan kesehatan mudah saja untuk dimiliki. Tinggal diikuti dengan usaha dan pola hidup yang menunjang.


Sunday, March 3, 2019

Meredam Laju Penuaan dengan Kualitas Tidur





                                   POKER
    Hari Kesehatan Tidur Dunia 2019 jatuh pada tanggal 15 Maret 2019. Pada hari tersebut, kami pemerhati kesehatan tidur sedunia mengkampanyekan pentingnya kesehatan tidur. Tahun ini, tema yang diambil adalah "Healthy Sleep, Healthy Aging". Tak ada yang dapat menghentikan proses penuaan. Namun banyak cara untuk meredam lajunya. Tahukah Anda jika tidur adalah cara terbaik untuk meredam proses ini? Pada saat tidur seluruh tubuh membuang semua zat yang merugikan dan menggantikannya dengan berbagai zat atau hormon yang penting untuk regenerasi tubuh. Perbaikan sel-sel tubuh terjadi optimal hanya pada saat tidur. Kekurangannya akan langsung berakibat pada menurunnya kemampuan otak, kualitas hidup dan kesehatan. Pada kesehatan, gangguan tidur secara langsung sebabkan obesitas, hipertensi, diabetes, disfungsi ereksi, deperesi dan meningkatnya resiko kanker.

                                   CAPSA
     Belum lagi penyakit-penyakit syaraf degeneratif seperti Alzeimher's disease. Kebutuhan tidur orang dewasa adalah 7-9 jam. Tapi denyut kehidupan modern masih menganggap tidur sebagai kemalasan. Tidak, kesehatan tidur justru langkah cerdas untuk meningkatkan produktivitas. Kekurangan tidur sudah menjadi masalah publik yang serius. Dimana-mana kita melihat orang mengantuk. Dari angka kecelakaan lalu lintas dan kerja, didapati bahwa penyebab kecelakaan utama adalah akibat kantuk. Belum lagi penyakit-penyakit tidur yang menyebabkan penderitanya terus mengantuk walau sudah cukup tidur. Sebutlah narkolepsi, sleep apnea atau periodic limb movements in sleep. Banyak penderitanya mengantuk, namun tak paham dengan apa yang terjadi pada dirinya. Kesadaran akan kesehatan tidur perlu digalakkan.

 

Saturday, March 2, 2019

Cermati, Dampak dari Tidur "Balas Dendam" Saat Akhir Pekan






                                         POKER
   Kunci dari tidur yang baik adalah konsistensi. Jika kamu memang terbiasa tidur larut dan sesekali tertidur, maka hal itu tak masalah jika telah menjadi rutinitas. Tak sedikit orang yang tidur dalam waktu lama di akhir pekan atau " balas dendam" untuk mengembalikan waktu tidurnya yang kurang. Namun, menurut sebuah studi terbaru, kebiasaan tersebut sebetulnya tidak memberi dampak apa pun. Hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Current Biology tersebut dilakukan oleh University of Colorado, Amerika Serikat. 

                                         CAPSA
   Tidur balas dendam di akhir pekan mungkin bisa membuatmu merasa lebih baik beberapa saat. Namun, jika pola tidurmu kembali lagi menjadi buruk pada sepekan berikutnya, dan lalu pola tersebut terjadi terus menerus, maka hal itu justru akan berdampak buruk bagi kesehatan. "Studi kami menemukan bahwa perilaku bekerja keras sepanjang hari di hari kerja dan mencoba tidur balas dendam di akhir pekan adalah usaha yang tidak efektif bagi kesehatan." Begitu kata peneliti studi Kenneth Wright yang juga seorang profesor psikologi integratif dan Direktur Sleep and Chronobiology Lab. Tim peneliti merekrut 36 orang sukarelawan berusia 18-39 tahun untuk berdiam di Clinical Translational Research Center di Anschutz Medical Campus selama dua pekan.

                                         SAKONG
    Tim peneliti kemudian memantau pola makan, paparan cahaya, dan pola tidur mereka. Sebanyak 36 orang sukarelawan tersebut dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama tidur selama sembilan jam, kelompok kedua lima jam, dan kelompok ketiga diperbolehkan tidur sebanyak yang mereka mau selama dua hari, seperti akhir pekan. Semuanya dilakukan sebelum kembali ke pola tidur lima jam per malam untuk sisa waktu mereka. Hasilnya, kelompok yang membatasi tidur dan mengonsumsi cemilan di malam hari mengalami kenaikan berat badan. Tak hanya itu, terjadi pula penurunan sensitivitas insulin, hormon yang membantu tubuh mengatur level gula darah. Sementara, kelompok ketiga atau yang tidur panjang di akhir pekan menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan, namun tidak berlangsung lama.


Friday, March 1, 2019

Bekerja Sambil Mendengarkan Musik Berefek Negatif pada Kreativitas?





                                                              POKER
   Kabar buruk bagi mereka yang hobi mendengarkan musik sembari bekerja. Sebuah riset yang baru-baru ini dilakukan menemukan, mendengarkan musik secara signifikan dapat merusak kreativitas kita. Riset dilakukan oleh peneliti dari University of Central Lancashire, University of Gävle di Swedia dan Lancaster University. Dalam penelitian ini, peserta diminta meyelesaikan tugas kreativitas verbal dalam lingkungan yang berbeda. Peserta dalam riset ini terbagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok menyelesaikan tugas di ruang yang sunyi. Sementara itu, kelompok lain diminta untuk menyelesaikan tugas sembari mendengarkan musik dengan lirik yang tidak mereka kenal, musik instrumental tanpa lirik, dan musik dengan lirik yang akrab di telinga peserta. Setiap peserta kemudian ditunjukkan tiga kata, seperti bunga, jam dan baju. Setelah itu, peserta diminta untuk menemukan satu kata terkait (dalam kasus ini yaitu "matahari") yang dapat digabungkan untuk membuat kata atau frasa umum, misalnya bunga matahari, baju matahari dan jam matahari.


                                                             CAPSA
   "Hasilnya, kami menemukan bukti kuat tentang adanya gangguan kinerja pada mereka yang menyelesaikan tugas sembari mendengarkan musik," ucap Neil McLatchie, salah satu peneliti dari Lancaster University. Sementara itu, mereka yang mendengarkan musik dengan lirik yang mereka kenal mengalami gangguan kreativitas, terlepas bahwa lagu-lagu itu meningkatkan suasana hati atau tidak. Selama ini, bekerja dengan mendengarkan musik dipercaya dapat meningkatkan kreativitas. Namun, hasil riset ini membuktikan hal sebaliknya. "Hasil riset ini memberi bukti berbeda dengan kepercayaan bahwa musik dapat meningkatkan kreativitas," ucap McLatchie. Menurutnya, musik justru secara konsisten menganggu kinerja kreativitas dalam kemampuan pemecahan masalah, terlepas dari jenis lirik ataupun hanya sekadar instrumen saja.