./[;,,fjmm,,v

Selamat datang Boss ku ^^
Untitled-2

Tuesday, January 8, 2019

Mengapa Berpikir Positif Bikin Olahraga Lari Lebih Mudah




                                                                                             POKER
   Baseball Hall of Famer Yogi Berra pernah mengatakan, baseball itu 90 persen soal mental, sisanya baru fisik. Percaya atau tidak, itu juga yang berlaku untuk lari. Baik baseball atau pun lari, keduanya sama-sama memiliki ragam tips and trik. Namun, kalau kamu memvisualisasikan sesuatu dan mengatakan pada diri sendiri bahwa kamu dapat melakukannya, mentalitas itu akan jauh lebih bermanfaat. Dan kini, penelitian terbaru dari Stanford University menegaskan hal tersebut. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior, para peneliti menguji variasi gen CREB1—yang memengaruhi kapasitas olahraga—dari 116 partisipan. Setelah itu, para peserta melakukan tes treadmill untuk mengukur tingkat pembersihan penumpukan karbon dioksida (CO2) dari darah, serta kapasitas paru-paru. Dalam tes pertama para peneliti tidak memberi tahu peserta apa pun tentang gen CREB1 mereka. Seminggu kemudian, para peserta kembali dan membaca laporan tes genetik individu yang dibuat khusus untuk mereka, bserta sebuah laporan yang menjelaskan efek yang dimiliki varian gen CREB1 terhadap kapasitas olahraga, daya tahan, betapa sulitnya latihan untuk mereka, serta seberapa panas yang mereka rasakan saat berolahraga. Kendati para peneliti mengetahui status sebenarnya gen para partisipan, mereka secara acak memberi setiap orang risiko genetik yang tinggi untuk kapasitas olahraga yang buruk atau risiko genetik yang rendah. Kemudian, para peneliti meminta peserta melakukan tes treadmill yang sama seperti yang mereka lakukan satu minggu sebelumnya, dengan catatan kali ini mereka mengetahui kapasitas daya tahannya. Hasilnya jelas, dibandingkan dengan hasil mereka pada tes treadmill pertama, orang-orang yang diberitahu mereka memiliki varian gen yang terkait dengan kapasitas olahraga yang buruk menghilangkan CO2 kurang efisien dari darah mereka, kapasitas paru-paru pun turun 2 liter udara per menit dan mereka berhenti berlari 22 detik lebih cepat. Namun, mereka yang berpikir memiliki daya tahan tinggi CREB1 berlari 47 detik lebih lama daripada tes sebelumnya. Mereka pun merasa panas dibandingkan dengan tes treadmill sebelumnya. Meskipun salah satu varian CREB1 terkait dengan kapasitas latihan aerobik yang lebih buruk, "efek risiko genetik yang dirasakan"--dalam beberapa kasus--bahkan lebih besar dari efek aktual yang dirasakan gen ada pada partisipan.


Pikiran dan tubuh


                                                                                           CAPSA
Jadi apa sebenarnya hubungan antara pikiran dan tubuh? Menurut penulis utama, Brad Turnwald, hal itu tergantung bagaimana kamu memerhatikan dan menafsirkan informasi yang dimiliki. "Informasi risiko genetik mungkin sangat kuat dalam membentuk hasil kinerja psikologis dan fisiologis karena orang cenderung menganggap gen sangat prediktif terhadap suatu hasil, dan mengecilkan pentingnya perilaku mereka sendiri," katanya. Dengan kata lain, jika kamu berpikir memiliki varian gen CREB1 yang bertanggung jawab atas daya tahan buruk, itu justru dapat membuat kamu memikirkan betapa beratnya latihan dan lelah setiap kali berolahraga, “Karena proses psikologis kita—termasuk pola pikir, harapan dan keyakinan—melakukan pembicaraan silang dengan sistem tubuh fisiologis, pola pikir baru ini secara mendasar dapat mengubah pengalaman dan bagaimana tubuh berfungsi dalam situasi ketika kita memikirkan risiko genetik,” Turnwald kata. Intinya, bahkan hanya dengan berpikir bahwa kamu memiliki kebugaran yang buruk—katakanlah, kamu selalu kewalahan bersaing dengan teman-teman lari, atau berasal dari keluarga yang tidak atletis—justru dapat membuat kinerja kamu memburuk. Oleh karena itu, kurangi fokus pada potensi genetik, alihkan pada sesuatu yang dapat meningkatkan kebugaran. Ada beberapa strategi yang dapat kamu coba untuk meningkatkan pola pikir dan kinerja. Kamu bisa memiliki kalimat atau kata-kata penyemangat sendiri, seperti mencapai tujuan tertentu. Setiap orang memiliki kalimat berbeda, dan kamu harus menemukan itu.

 

Monday, January 7, 2019

Mengatasi Jerawat yang Muncul di Dada





Ketika Anda sedang mandi dan menemukan jerawat di dada pasti sangat menjengkelkan.

Dikutip dari Womens Health Mag, menurut Marnie Nussbaum, M.D seorang dermatologi, mengatakan dada adalah tempat yang sangat umum terbentuknya jerawat.

"Jerawat tumbuh sama halnya di wajah, pundak, atau punggung. Hal ini disebabkan kelenjar sebaceous menghasilkan minyak berlebih sehingga pori-pori tersumbat dan menyebabkan peradangan serta pembentukan jerawat atau whiteheads."                               POKER


Jika Anda rentan berkeringat di bagian dada, kemungkinan Anda rentan terkena dermatitis.

"Dermatitis adalah iritasi akibat gesekan pakaian dan diperburuk oleh keringat," kata ahli kulit Kota New York Dendy Engelman, M.D.

Jadi saatnya Anda melakukan sesuatu untuk menghilangkan jerawat-jerawat ini.



Berikut tips yang dapat Anda lakukan:

1. Perhatikan rutinitas setelah melakukan gym
Jika Anda rutin melakukan gym perhatikan pakaian yang akan Anda pakai. Pakaian yang dipakai untuk bergerak saat berolahraga dapat menimbulkan jerawat.

Selain itu, akumulasi keringat saat berolahraga akan lebih besar. Maka, pilihlah pakaian yang terbuat dari kain agar keringat bisa terserap.                                                  CAPSA



2. Cepat mengganti pakaian setelah berkeringat
Setelah berolahraga kita kerap mendinginkan suhu tubuh terlebih dahulu. Sembari melakukan pendinginan, sebaiknya Anda segera mengganti pakaian yang terkena keringat tadi.

Selanjutnya mandi agar pori-pori tidak tersumbat oleh keringat. Jika Anda tidak bisa langsung mandi, bersihkan bagian dada dengan kain basah atau kering.



3. Melakukan exfoliate secara rutin
Mengelupas kulit mati di tubuh sama pentingnya dengan di wajah.

"Melakukan exfoliate alias pengelupasan kulit mati satu hingga dua kali seminggu akan menghilangkan sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori penyebab jerawat." jelas Nussbaum.

4. Mencoba sabun mandi yang memiliki kandungan benzoyl peroxide
Sabun mandi yang wangi memang menyenangkan, tetapi jika Anda memiliki kasus jerawat di dada yang serius, benzoil peroksida adalah pilihan terbaik.

"Benzoil peroksida adalah bahan yang bagus untuk jerawat di dada karena membunuh bakteri yang hidup di pori-pori tetapi juga membantu menghilangkan sumbatannya," kata Bradley Bloom, M.D. seorang dermatologis.



5. Menggunakan pembersih asam salisilat
Jika benzoil peroksida tidak mempan untuk kulit Anda, coba menggunakan asam salisilat sebagai pilihan lain.                                                                                DOMINO

6. Mengecek deterjen yang Anda gunakan
Mungkin saja Anda memiliki alergi terhadap bahan kimia atau aroma tertentu dalam deterjen. Sebaiknya Anda menggunakan deterjen bebas pewarna, bebas pewangi dan pelembut kain.



7. Minum vitamin
Menambah nutrisi tubuh paling bagus memang dari makanan. Zinc dalam vitamin mengurangi peradangan kulit, sementara vitamin E dapat membantu menyembuhkan kulit


Sunday, January 6, 2019

Olahraga Rutin Bisa Turunkan Tekanan Darah?



                               POKER
   Olahraga mungkin adalah resep untuk jantung yang lebih sehat berikutnya. Dilansir dari Runnersworld, dalam penelitian baru yang diterbikan British Journal of Sports Medicine, olahraga teratur hingga berkeringat dapat menurunkan tekanan darah tinggi sebanyak yang dapat dilakukan oleh obat resep dokter. Para peneliti mengumpulkan data dari 194 uji klinis yang berfokus pada obat-obatan yang dirancang untuk menurunkan tekanan darah sistolik (angka teratas dalam pembacaan tekanan darah), serta 197 uji coba yang memasukkan data tentang dampak latihan terstruktur seperti bersepeda, lari, berenang, dan latihan kekuatan. Setelah menghitung angka-angka semua peserta, para peneliti menemukan tekanan darah yang lebih rendah pada mereka yang menggunakan obat anti-hipertensi daripada mereka yang berolahraga. Namun, saat analisis dibatasi untuk orang-orang dengan tekanan darah tinggi, hasilnya berbeda. 

                              CAPSA
   Olahraga disebut memiliki efektivitas serupa dengan kebanyakan obat dalam menurunkan tekanan darah. Sejak dulu, olahraga dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk membantu menurunkan tekanan darah. Adapun latihan yang keras dapat meningkatkan kekuatan dan efisiensi jantung. Kendati hasilnya menjanjikan, menurut penulis utama studi Huseyin Naci, temuan ini seharusnya tidak membuat kamu membuang obat apa pun yang biasa dipakai. Sebab, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, terutama kurangnya penelitian tentang aktivitas fisik sebagai pilihan untuk menurunkan tekanan darah. "Jumlah informasi tentang intervensi olahraga secara substansial lebih kecil dari pada obat, terutama di antara populasi hipertensi," kata Naci. Oleh karena itu, ke depan harus ada penelitian lebih lanjut untuk membuktikan temuan tersebut. Kendati demikian, sebagai efek pencegahan, olahraga secara rutin bisa menjadi opsi untuk jantung yang lebih baik. Pasalnya, hingga kini sudah ada banyak bukti yang mendukung hubungan antara olahraga dan kesehatan jantung.

Friday, January 4, 2019

7 Cara Berhenti Mengeluh Agar Lebih Bahagia


     Secara sadar maupun tidak, banyak dari kita yang sering mengeluh. Mulai dari hal terkecil seperti kemacetan, rekan-rekan kerja yang tidak maksimal dalam bekerja, kesalahan yang dilakukan anggota keluarga, dan lainnya.

Psikolog Susan Albers, PsyD mengatakan bahwa mengeluh sebetulnya seperti virus. Tidak ada yang senang berdekatan dengan orang yang gemar mengeluh.        POKER

"Penting untuk menjauhkan diri dari orang yang suka mengeluh," kata Dr. Albers seperti dilansir dari Cleveland Clinic. Namun, menghentikan kebiasaan mengeluh tidaklah mudah. Banyak dari kita yang lahir dengan bias negatif.

"Banyak dari kita yang cenderung fokus pada hal-hal yang tidak benar dan negatif daripada memperhatikan hal-hal yang benar di sekitar kita," ujarnya.

Bagaimana denganmu, apakah mengeluh sudah menjadi kebiasaanmu? Nah, sda beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kebiasaan mengeluh tersebut:

1. Cobalah lihat hal yang kamu keluhkan dengan perspektif luas.
Apakah hal tersebut akan berpengaruh terhadap lima menit, lima bulan, atau lima tahun kehidupanmu? Cukuo besarkah hal itu untuk dikeluhkan?


2. Lihatlah lebih dalam. 
Apa masalah yang membuatmu mengeluh? Apakah hal itu tentang isu besar dalam hidupmu? Kamu bisa meluangkan waktu sekitar lima menit untuk mendalami keluhanmu. Nantinya kamu mungkin akan menyadari apa yang membuatmu kesal dan mengeluh itu sebenarnya tak seberapa.

3. Buatlah ini menjadi semacam permainan. 
Kamu bisa menggunakan benda seperti gelang karet. Setiap kali kamu menyadari dirimu mengeluh, pindahkan gelang tersebut ke sisi lain. "Targetnya adalah 30 hari dengan gelang karet tersebut di tangan yang sama," kata Psikolog Scott Bea, PsyD.          CAPSA

4. Pilihlah saluran yang tepat.
 Bijaklah dalam memilih siapa orang yang akan kamu bagikan informasi atau keluhan. Misalnya, teman atau keluarga lewat email atau telepon. Jangan pernah mengeluh di media sosial.

5. Pastikan tujuan keluhanmu jelas sehingga kamu bisa mencari solusinya. 
"Kunci dari berbagi keluhan adalah agar komplain tersebut bermanfaat dan tidak sekedar mengkiritik," kata Dr. Albers.

6. Temukan sisi positif dari keluhanmu.
 Jika kamu mulai mengeluh, akhiri dengan hal yang positif. Sebab jika tidak, orang-orang akan melupakan pesan dari keluhanmu sepenuhnya.

7. Mulailah bersyukur. 
Ingatlah setiap hari tentang hal-hal yang membuatmu bersyukur, tak peduli sekecil apapun itu.

                                                                                    SAKONG
"Jika hal negatif sudah menjadi kebiasaan, menjaga diri untuk terus bersyukur bisa mulai mengubahmu menjadi pribadi yang lebih baik dan positif," kata Dr. Bea. "Membiasakan diri bersyukur juga akan membuat kita mebjadi pribadi yang gemar bersyukur dalam hidup." Mengubah perspektif, termasuk dalam hal mengeluh, membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak sebentar. Hal ini membutuhkan ketekunan untuk belajar melepaskan hal-hal kecil. Dengan usaha lebih, kita bisa mengalihkan perhatian tersebut untuk hal-hal yang lebih baik di sekitar kita. Dan, kita juga nantinya akan merasakan kebahagiaan muncul ke dalam hari-hari kita.


Thursday, January 3, 2019

Sebenarnya, Pekerjaan Terbaik Itu seperti Apa?




                                                                        POKER
   Semua orang memimpikan memiliki pekerjaan terbaik dan pekerjaan idaman. Namun, apa sebenarnya pengertian pekerjaan terbaik? Umumnya, banyak karyawan memimpikan memiliki pekerjaan dengan penghasilan besar, sering dinas luar negeri, dan punya jabatan strategis. Tiga kriteria ini kerap kali dianggap sebagai pengukur kualitas pekerjaan terbaik. Miriam Salpeter, seorang pendiri Keppie Careers, situs konsultasi karier dan mencari pekerjaan, mengatakan bahwa seseorang memiliki karier terbaik ketika kemampuan dan potensi mereka bermanfaat untuk sebuah perusahaan serta orang banyak. Minat dan hasrat, kata Salpeter, memang merupakan kualifikasi penting dalam pekerjaan. Sebab, kinerja terbaik tidak akan terwujud tanpa ada dorongan minat dan ketertarikan. 

                                                                        CAPSA
   Namun, tidak berarti minat itu selalu menjadi tolok ukur dalam mendefinisikan pekerjaan terbaik. Kathryn Minshew, CEO dari situs The Muse, portal informasi lowongan kerja dan bimbingan karier, mengatakan bahwa pekerjaan menjadi yang terbaik ketika mendatangkan kebahagiaan pada karyawan yang bersangkutan. “Jangan terlalu menganggap semuanya begitu serius. Terlalu sering berlebihan dalam berpikir juga tidak bagus,” ujar Minshew. Menurut Minshew, banyak orang yang memulai karier dari pekerjaan yang tidak mereka suka atau mengawali karier dari setapak yang berbeda dengan tujuan semula. “Perkembangan dalam sisi profesional tidak selalu linear. Namun, rasa percaya diri, kerja keras, dan dedikasi akan membawa Anda pada pekerjaan impian dan terbaik versi Anda,” ujarnya. Sebuah pekerjaan, kata Minshew, menjadi yang terbaik ketika hal tersebut membuat hidup karyawan baik secara profesional, dan secara personal mengalami peningkatan, mulai dari penghasilan, rasa bahagia, dan kualitas hidup lainnya.


Wednesday, January 2, 2019

Hasil Penelitian: Nafsu Makan Warga Perkotaan Justru Melonjak ketika Alami Stres




Stres dan depresi adalah hal yang kerap terjadi, terutama di kota-kota besar. Menurut survei Zipjet tahun 2017, misalnya, Jakarta berada di peringkat 18 teratas kota dengan penduduk paling stres dengan total skor 7,84.                       POKER

Tak heran jika berbagai macam cara dilakukan masyarakat untuk menghadapi stres, salah satunya adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang dianggap sebagai comfort food.

Sayangnya, tanpa disadari kebiasan tersebut justru memicu emotional eating yang jika tidak dikendalikan dapat meningkatkan asupan gula, garam dan lemak (GGL) yang mampu memicu penyakit. 

Psikolog dari LightHOUSE, Tara de Thouars mengungkapkan, emotional eating merupakan kondisi di mana makan dipilih sebagai cara untuk mengatasi stres. Makan dianggap sebagai penenang, sekaligus pelarian. 

Emotional eating berasal dari dua aspek. Pertama dari sisi fisik, ketika seseorang mengalami stres biasanya akan mengalami perubahan kimiawi di otak, dopamin dan serotonin. Dua hal itu memiliki peranan besar mengatur mood. Nah, saat stres, kadar keduanya turun, sehingga mood tidak baik.

Kedua, dari sisi psikologis, setiap manusia memiliki survival insting, di mana jika ada sesuatu yang tidak nyaman maka ia akan mencari sesuatu untuk menyeimbangkan. Untuk menyeimbangkan emosi, salah satu yang dipilih adalah makanan.

Tara menambahkan, ada alasan di balik hubungan antara stres dan makan. Menurutnya, emosi dan logika tidak bisa jalan bersama.      CAPSA

Ketika emosi naik, maka logika akan turun, begitu pun sebaliknya.

“Karena itu, apa pun keputusan yang kita buat, jika dalam keadaan emosi tinggi, keputusannya biasanya enggak tepat, termasuk makan,” kata Tara saat acara Jakarta Food Editor’s Club (JFEC), Selasa (18/12). 

“Nah, makan kan perilaku pengambilan keputusan. Ketika dalam kondisi stres, pengambilan keputusan makan biasanya tidak tepat, misalnya berlebihan dari yang dibutuhkan dan pilihan makanannya tak sehat.“

Tara mengingatkan, ia tak mempermasalahkan jika makan dianggap sebagai penenang ketika stres, selama tidak berlebihan.

Data dari American Psychological Association, menyebutkan 38% orang dewasa mengaku bahwa saat mereka mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan karena munculnya stres, separuhnya merasa menyesal kemudian.

Emotional eating memiliki beberapa tanda yang bisa kita kenali, seperti secara tiba-tiba muncul keinginan makan makanan yang spesifik, atau cenderung makan lebih dari biasanya tapi setelahnya kita merasa bersalah.        SAKONG

"Ketika kita makan dalam kondisi yang sebenarnya sedang tidak lapar, tubuh kita sebenarnya sedang tidak membutuhkan kalori. Bila kondisi ini terus berulang, maka kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dan dapat menyebabkan obesitas," kata Manager Program Klinik LightHOUSE Vera Yudhi H. Napitupulu.

"Sedangkan obesitas sendiri berpotensi mengakibatkan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sakit sendi, dan penyakit empedu."


Tuesday, January 1, 2019

Cara Mengenali Susu yang Sudah Kedaluwarsa Tanpa Melihat Kemasan




Saat membeli makanan kemasan, kita pasti memastikan tanggal kedaluwarsa.

Namun bila telah kita buka, terkadang kita tak bisa mengetahui kapan makanan itu kedaluwarsa

Menurut BPOM, makanan dinyatakan mengalami kerusakan (telah kedaluwarsa ) jika terjadi perubahan-perubahan dari sifat asalnya      POKER

Kerusakan pada makanan dapat terjadi karena kerusakan fisik, kimia atau enzimatis.

Begitu juga dengan susu. Biasanya, susu yang sudah tidak segar akan menimbulkan aroma yang tak sedap, biasanya tercium bau basi.

Selain itu, rasa susu juga tidak enak dan terasa asam. Rasa ini timbul akibat bakteri yang berkembang di dalam susu.

Hal tersebut berbeda dengan produk olahan susu seperti yoghurt yang memang memiliki rasa asam, namun berbeda dengan asam susu basi.

Susu yang bagus dan masih segar memiliki tekstur cair dan tidak ada gumpalan.

Sebaliknya, jika susu terlihat menggumpal dan memisah, itu tandanya sudah basi dan sebaiknya jangan diminum atau dibuat olahan.            CAPSA

Pada produk susu kental manis secara alami akan mengalami perubahan warna dan kekentalan, namun masa simpan susu ini termasuk cukup lama.

Susu jenis ini masih aman dikonsumsi meski warna dan kekentalannya berubah, warna menjadi agak pekat dan lebih kental.

Susu kental manis masih aman dikonsumsi asalkan rasa dan aromanya masih normal.

Simpan susu cair dan yoghurt dalam botol dan tutup rapat, kemudian letakkan di kulkas.

Suhu dingin kulkas akan menambah panjang masa simpan susu dan yoghurt.

Berbeda dengan susu cair, susu bubuk yang baik berwarna putih cerah, berbau gurih, terlihat butirannya halus, mudah larut saat diseduh dengan air.

Sedangkan susu yang kedaluwarsa memiliki warna agak kekuningan, berbau agak tengik/tidak sedap, lebih menggumpal dan lengket di tangan, sulit larut dan lebih menggumpal saat diseduh dengan air.

Berbeda dengan susu cair, susu bubuk tidak perlu disimpan dalam kulkas, namun letakkan di tempat yang kering.

Tapi, sebelumnya masukkan susu bubuk dalam wadah kedap udara yang benar-benar kering.